Tentang Lyra Lacerta
Lyra Lacerta adalah simfoni dari dua dunia: keindahan yang mengalun lembut, dan naluri yang gesit untuk bertahan. Seperti kecapi yang menyuarakan perasaan terdalam, dan kadal yang tahu caranya tetap hidup di tengah batu dan bayangan. Aku membayangkan diriku seperti itu—lembut dalam rasa, tapi diam-diam tangguh dalam luka.
Aku hanyalah remaja biasa yang menjadikan kata-kata sebagai rumah. Sejak huruf-huruf pertama melekat di benakku, aku telah jatuh cinta pada dunia literasi. Buku-buku menjadi pelabuhan, tempat aku bersandar di antara gemuruh dunia. Setiap halaman yang kubaca, setiap kalimat yang kutulis, adalah cara hatiku berbicara ketika mulut tak mampu.
Warna biru, hijau, dan hitam bukan sekadar warna—mereka adalah langit malam, hutan yang tenang, dan kekosongan yang menenangkan. Semua itu menyatu dalam kecintaanku pada astronomi, ilmu langit yang selalu berhasil membuat mataku berbinar. Di sana, aku belajar bahwa bahkan bintang pun butuh gelap untuk bersinar.
Anime adalah teman setia di hari-hari kosong. Ia menyuguhkan cerita yang dekat dengan hati—tentang keberanian, kehilangan, harapan, dan rasa yang sulit dijelaskan. Kadang aku tertawa, kadang aku menangis. Tapi selalu ada makna yang tertinggal, dan dari situlah banyak inspirasiku tumbuh.
Dan kamera—dialah sahabatku yang setia. Dengan satu jepretan, aku menangkap detik-detik yang tak bisa diulang. Sebuah foto, bagiku, adalah puisi tanpa kata. Ia berbicara dalam diam, dan menyimpan seribu kisah yang tak terucap.
Itulah aku. Perpaduan antara lirisnya kecapi dan kelicikan kadal. Lyra Lacerta. Nama yang kutemukan, tapi juga mencerminkan siapa diriku.
Komentar
Posting Komentar